LUPA
Oleh: Nuni Wahyuni
Oleh: Nuni Wahyuni
Kamu tidur terlentang dengan mata
terbuka. Memandang lurus ke arah atap. Sesekali, dahimu mengkerut. Aku sangat
tahu keinginanmu. Kamu pasti sedang berharap, matamu yang bening itu, mampu
menembus atap dan leluasa menjelajahi langit luas.
Bau obat-obatan menyeruak. Menusuk
hidung. Menembus paru-paru, hingga dadaku terasa sesak. Aku duduk di samping
ranjangmu. Menatapmu, dengan rasa takut yang membuncah di hatiku. Sampai
sekarang dokter belum datang. Membuat aku mulai merasa tak tenang. Deretan
peralatan rumah sakit menumpuk di dekat ujung ranjangmu. Membantumu untuk
bertahan.