Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Maret 2015

Lupa

LUPA
Oleh: Nuni Wahyuni

Kamu tidur terlentang dengan mata terbuka. Memandang lurus ke arah atap. Sesekali, dahimu mengkerut. Aku sangat tahu keinginanmu. Kamu pasti sedang berharap, matamu yang bening itu, mampu menembus atap dan leluasa menjelajahi langit luas.
Bau obat-obatan menyeruak. Menusuk hidung. Menembus paru-paru, hingga dadaku terasa sesak. Aku duduk di samping ranjangmu. Menatapmu, dengan rasa takut yang membuncah di hatiku. Sampai sekarang dokter belum datang. Membuat aku mulai merasa tak tenang. Deretan peralatan rumah sakit menumpuk di dekat ujung ranjangmu. Membantumu untuk bertahan.

Senin, 26 Mei 2014

Cerpen: Galuh

Selasa, 27 Mei 2014
GALUH
            Dia berjalan di antara kerlap-kerlip lampu kota. Bising hiburan yang penuh omong kosong dia lewati begitu saja. Dia terus berjalan melewati debu-debu yang diterbangkan oleh kakinya yang telanjang. Kakinya nampak tak merasa lelah untuk terus berjalan. Dilewatinya sebuah gudang tua. Gudang gelap dengan pintu yang terbuka. Gudang yang pernah terbakar dan kini ditinggalkan oleh pemiliknya. Lama dia melihatnya. Dia menatap gudang seperti patung pengemis yang meratapi nasib perutnya. Dia terus terbuai dalam keasyikkan tatapan hampa. Kosong. Tak ada gairah dimatanya.

Minggu, 25 Mei 2014

Cerpen: Sepucuk Surat Dari Penjara

Senin, 26 Mei 2014
Sepucuk Surat Dari Penjara
Aku duduk di bangku taman yang dipagari wewangian rumput dan melati. Menatap langit biru yang luas mendekatkanku pada jiwa-jiwa para syuhada yang pergi dengan lapang. Nyanyian burung diiringi suara aliran air terjun kecil yang gemericik membawa diriku kembali pada saat aku dipertemukan dengan seorang pria yang selalu menghembuskan nafas kehidupan ketika suara baritonnya dengan syahdu melantunkan ayat-ayat suci yang telah terpatri dengan kekal di dalam hatinya. Seorang pria yang memberiku sepucuk surat yang telah membawaku pada muara kebahagiaan.