Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Mei 2014

Teori-Teori Sosiologi Tentang Asal-Usul Agama 2

Lanjutan...

Apabila orang meninggal dunia, rohnya mampu hidup terus walaupun jasadnya membusuk. Dari sanalah asal mula kepercayaan bahwa roh orang yang telah mati itu kekal abadi. Selanjutnya, roh orang mati itu dipercayai dapat mengunjungi manusia, dapat menolong manusia, bisa mengganggu kehidupan manusia dan bisa juga menjaga manusia yang masih hidup, terutama anak cucu, teman, dan keluarga sekampung.

Teori-Teori Sosiologi Tentang Asal-Usul Agama 1

Kuliah Sosiologi Agama
Pertemuan 4
Dosen: DR. H. Aceng Kosasih, M.Ag.
Waktu: Kamis, 20 Maret 2014


Teori-Teori Sosiologi Tentang Asal-Usul Agama

1. Teori Wahyu

    Teori wahyu atau yang juga disebut teori revelasi menyatakan bahwa kelakuan keagamaan pada manusia itu terjadi karena adanya wahyu dari Tuhan. Menurut teori ini, segala perkara dianggap benar jika diwahyukan oleh Tuhan. Tokoh teori ini adalah William Schmid, seorang katolik yang kuat sebagai teolog. Ia menulis karyanya yang berjudul Der Ursprung der Gottesidee, yang terdiri dari delapan jilid yang besar. Ia mengajukan teorinya tentang revelasi yang dianggapnya berbeda dengan pendapat para pendahuluya yang diwakili oleh tokoh evolusi dan Oer-Monotheisme. Teori revelasi ini merupakan hasil penelitiannya terhaap beberapa suku primitif yang ada di beberapa negara Asia. ( http://adib-suka.blogspot.com/2011/12/sejarah-agama-agama.html#.Uw0N2-OsyjY)

Rabu, 21 Mei 2014

Konsep Tawuran Antar Pelajar

Konsep Tawuran Antar Pelajar

Pengertian Tawuran

Dalam kamus bahasa Indonesia “tawuran” dapat diartikan sebagai perkelahian yang meliputi banyak orang. Sedangkan “pelajar” adalah seorang manusia yang belajar. Sehingga pengertian tawuran pelajar adalah perkelahian yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mana perkelahian tersebut dilakukan oleh orang yang sedang belajar.

KONSEP PENYIMPANGAN SOSIAL

KONSEP PENYIMPANGAN SOSIAL

Pengertian Penyimpangan Sosial
           Salah seorang kriminolog Indonesia, Romli Atmasasmita (Anwar, 2010: 319) mengutip pendapat Durkheim yang mengemukakan bahwa terjadinya penyimpangan tingkah laku yaitu adanya tradisi yang telah menghilang dan telah terjadi deregulasi di dalam masyarakat. Selanjutnya, masih menurut Romli Atmasasmita yang mengutip pendapat Merton, mengemukakan bahwa penyimpangan tingkah laku atau deviant merupakan gejala dari suatu struktur masyarakat dimana aspirasi budaya yang telah terbentuk terpisah dari sarana yang tersedia dari masyarakat.

AKIBAT DAN RESOLUSI KONFLIK

AKIBAT DAN RESOLUSI KONFLIK

Akibat Konflik
Dalam wikipedia (: http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik) disebutkan bahwa hasil dari sebuah konflik adalah sebagai berikut :
a.    Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (ingroup) yang mengalami konflik dengan kelompok lain.
b.    Keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai.

SUMBER DAN MACAM-MACAM KONFLIK

SUMBER DAN MACAM-MACAM KONFLIK

Sumber Konflik
Mengenai sumber konflik ini ada andangan yang menjelaskan sumber konflik sebagai suatu yang melekat dalam keturunan manusia. Dengan kata lain, perilaku konflik adalah suatu insting yang diwariskan  pandangan seperti ini berasal dari teori sumber genetik konflik (teori konflik ketururnan). Teori tentang sumber genetik perilaku manusia berusaha menggambarkan bahwa agresi atau konflik diekspresikan secara spontan dan dengan demikian bukan merupakan hasil belajar. Namun teori ini mendapat kritikan dan tidak banyak yang mendukung, karena konflik adalah suatu perilaku manusia, dan perilaku manusia dipelajari secara sosial.  Dengan kata lain, konflik atau kekerasan adalah perilaku sosial hasil belajar. Bukan insting manusia yang dibawa sejak lahir.

Beberapa Pandangan Tentang Konflik

 Beberapa Pandangan Tentang Konflik

 Konflik Menurut Robbin

Robbin (1996: 431) mengatakan konflik dalam organisasi disebut sebagai The Conflict Paradoks, yaitu pandangan bahwa di sisi konflik dianggap dapat meningkatkan kinerja kelompok, tetapi di sisi lain kebanyakan kelompok dan organisasi berusaha untuk meminimalisasikan konflik. Pandangan ini dibagi menjadi tiga bagian, antara lain:

SOSIOLOGI

DAFTAR ISI












Pengertian Konflik

 Pengertian Konflik  

Istilah konflik berasal dari bahasa Latin “con” yang berarti bersama dan “fligere” yang berarti benturan atau tabrakan. Dengan demikian, konflik dalam kehidupan sosial berarti benturan kepentingan, keinginan, pendapat dan lain-lain yang paling tidak melibatkan dua pihak atau lebih. (Setiadi dan Kolip, 2011:347).